Mozaik #10

Friday, May 18, 2012
Hal istimewa hari ini adalah
Ketika tanpa bermaksud khusus kau ceritakan pada saudaramu
Tentang keinginanmu akan sesuatu
Lalu, tanpa diminta, ia menyanggupi untuk membantu mencari tahu
Hingga beberapa menit kemudian
Informasi itu hadir dalam sajian beberapa gambar
Terkejut, sungguh di luar dugaan
Haru menyeruak, membungkam lisan hingga tak mampu berkata

#bahagiaitusederhana :)

Maafkan saya yang mudah terharu, tapi lensa penglihatan ini sungguh sempat berkaca sore tadi saking tersentuh dan senangnya, :")

Tentang Perasaan Sedih yang Paling Sedih

Note: tadinya, saya tidak tahu harus memberi judul apa. Saya juga tidak tahu ini tepatnya tentang apa dan mengapa. Yang saya tahu, saya hanya ingin menulis, sedang butuh untuk mencurahkan sesuatu. Jadi mohon maaf bila sepertinya tulisan ini akan jadi sangat random, hmmm...


Dalam sebuah renungan beberapa puluh jam yang lalu, saya menemukan suatu kalimat setelah beberapa saat menggali benak sendiri. Kalimat itu adalah, "kekecewaan yang paling menyakitkan adalah kecewa pada diri sendiri,". Benarkah demikian?
Saya pernah mendengar suatu pernyataan, meskipun tidak persis seperti ini, kurang lebih isinya, "teman sebenarnya adalah cermin bagi kita,". Jadi jika temanmu berlaku A, mungkin dirimu adalah alasan mengapa ia berlaku demikian. Salah satu penjelasannya itu. Penjelasan yang lain, coba cari sendiri, hehe..
Saya tidak tahu apa namanya emosi ini. Disebut sedih juga tak begitu tepat. Ada banyak perasaan campur aduk di dalamnya. Maka, biarlah ia tetap tak memiliki istilah, cukup dirasakan saja.
Saya sudah terlanjur sayang sepenuh hati pada saudara-saudari saya. Jadi, jika salah satu dari mereka merasa sedih, atau emosi negatif lainnya, maka diekspresikan atau tidak, sungguh serasa ada yang menyayat dalam dada.
Saya juga bukan tipe orang yang bisa dengan baik membuat orang lain bercerita tentang apa yang ia rasakan. Terlalu takut untuk ikut campur menjadi salah satu landasan utamanya. Jadi, kalau mau cerita, saya akan dengan sangat senang hati menjadi tempat berbagi. Kalau tidak, saya tidak 'tega' untuk bertanya. Di samping itu sebenarnya saya juga tipe orang yang kurang peka. Jika sudah berhadapan dengan hal ini, rasanya saya bukan saudara yang baik ya?
Maka jadilah itu berujung pada kekecewaan terhadap diri sendiri. Tidak bisa menjadi orang yang mendampingi saudara ketika ia sedang dalam kesedihan. Hanya bisa menatap dari jauh, sambil diam-diam menggigit bibir. Padahal harusnya, sebagai saudara yang baik, saya bisa hadir untuk berbagi senyum maupun tangis. Berkali-kali hal ini terjadi. Hingga sampai saat ini saya masih merutuki diri, sungguh saya bukan saudara yang baik untuk mereka.
Saya percaya, yang bisa menimbulkan kesedihan mendalam adalah rasa cinta yang luar biasa besar. Semoga cinta itu sungguh bisa saya bahasakan dalam tingkah laku nyata. Rasa dan ekspresi cinta yang dapat membuat Allah berkenan mempertemukan kita di surgaNya kelak ya, saudara-saudariku. Allahumma aamiiin...

Ditulis dengan mata berkaca, dini hari di kosan Yora. Terima kasih banyak atas pinjaman laptop dan modemnya ya, Yora shalihat..

Mozaik #9

Tuesday, May 15, 2012
Hal istimewa hari ini adalah
Ketika kau sedang memikirkan seseorang
Dan tiba-tiba....plop! Ia muncul menyapamu
Sekedar menyempatkan lewat untuk berbagi cengiran

#bahagiaitusederhana :)

Karena Kita Keluarga

Monday, May 14, 2012
Teringat suatu percakapan dalam bis menuju Depok, setelah matahari sempurna terbenam Sabtu kemarin,

"Kak Ilma mau turun dimana?"

"Di Kober, Nurul, mau pergi lagi soalnya,"

"Oh iya? Mau kemana emangnya?"

"Mau ngamen sama FLAC," senyum muncul begitu saja kala membayangkan akan bertemu mereka.

"Emangnya nggak capek, Kak? Kan baru pulang,"

Senyuman saya semakin lebar, spontan saya menjawab, "Yang penting sama siapa dulu, Nurul.."

Diambil dari komentar di notes fb seorang saudara saya yang berjudul Keluargaku yang Berharga (My Precious Family). Benar-benar terharu dan senang sekali di-tag di note itu, :') Terima kasih ya, Didi, maaf saya mungkin belum bisa jadi saudari yang baik untukmu sampai saat ini..

Syukur tak terhingga pada Allah SWT. atas karunia berupa keluarga ini. Terima kasih telah menjadi keluarga super luar biasa, FLAC Indonesia. Semoga kita selalu saling menyayangi atas ridhoNya, aamiiin.. :)

Published with Blogger-droid v2.0.4

Alasannya...

Thursday, May 10, 2012
Alasannya sederhana. Saya sudah terlanjur sayang sepenuh hati. Jadi mau diapakan juga, yaaaah..bakal begini-begini saja.. :)
Alasannya tak istimewa. Saya berbuat tanpa syarat. Jadi ada atau tiada, tidak akan mengubah apapun, sungguh...
Alasannya mudah. Saya ringan sekali melangkah ke arahnya. Ada rintangan? Tentu, tapi sejauh ini tak mengapa..
Alasannya cinta. Saya selalu tertarik ke sana. Serasa seluruh indra jadi amat sensitif mengenainya. Indah bukan?
Alasannya tak perlu dijelaskan. Cukup sekilas saja kau lihat tatapanku, makna terdalam pun akan kau tahu.. :)

ditulis di Lobi K, dari hati, tapi random saja, :)